Pada tahun 1976, dibangunlah sebuah masjid pertama. Untuk ukuran negara Eropa, pembangunan masjid di Swedia ini sudah merupakan sesuatu yang bagus. Masjid pertama di Swedia adalah Masjid Nasir Ahmadiyah di Gothenburg. Kemudian setelah itu dibangunlah Masjid Malmö (1984), diikuti oleh Masjid Uppsala (1995). Lebih banyak masjid dibangun pada tahun 2000-an, termasuk Masjid Stockholm (2000), Masjid Umeå (2006) dan Masjid Fittja (selesai 2007).
Pada tahun 2000, diperkirakan Muslim Swedia hanya berjumlah sekitar 300.000 atau 3,5% dari total penduduk. Di negara ini, Muslim disebut juga sebagai istilah "etnis Muslim" yang ditujukan kepada seseorang yang "memiliki hubungan kelahiran, asal, dan nama yang termasuk dalam tradisi Muslim." Di antara jumlah itu, sekitar 100.000 adalah generasi kedua imigran (lahir di Swedia atau berimigrasi sebagai anak-anak).
Sebuah studi pemerintah tahun 2006 memperkirakan bahwa 39% dari populasi Muslim mempunyai pandangan antisemitic yang kuat dan konsisten. Pada bulan Maret 2010, Fredrik Sieradzk dari komunitas Yahudi Malmö mengatakan kepada Die Presse, media Internet Austria, bahwa orang Yahudi "dilecehkan dan diserang secara fisik" oleh "orang-orang dari Timur Tengah." Di Malmo, jumlah Muslimnya hanya 40.000 orang, namun sudah terkenal sangat membenci orang Yahudi.
Sieradzk juga menyatakan bahwa sekitar 30 keluarga Yahudi beremigrasi dari Malmo ke Israel pada tahun lalu, khususnya untuk melarikan diri dan memperkirakan bahwa penduduk Yahudi di Swedia menyusut sebesar 5% per tahun.
Seorang Yahudi menyatakan bahwa "Malmo mengingatkan saya pada anti-Semitisme. Saya tidak aman sebagai seorang Yahudi di Swedia." Pada bulan Desember 2010, organisasi hak asasi manusia Yahudi, Simon Wiesenthal Center mengeluarkan travel advisory tentang Swedia, menasihati orang-orang Yahudi untuk "sangat hati-hati" ketika mengunjungi bagian selatan Swedia.